Minggu, 14 April 2019

Service Level

Konsep penyedia jasa IT sudah menjadi umum. Layanan penyajian aplikasi pada perangkat keras / jaringan serta memastikan tidak ada gangguan sudah menjadi syarat umum. Tapi untuk sampai kesana perlu jalan berliku dan panjang.

Ketika anda berani menjadi penyedia jasa IT, anda harus serta merta melakukan pengukuran. Measure Everything adalah mottonya. Tanpa ada pengukuran, tidak akan ada bukti otentik yang dapat dijadikan landasan menyatakan bahwa layanan anda baik. Jadi dasar penentuan service level adalah pengukuran jasa. Apa saja yang perlu diukur ?

Anda perlu mendapatkan pencatatan dari kebutuhan customer atau user anda. Kegiatan diskusi, wawancara atau asesmen ini dilakukan untuk mendapatkan Service Level Requirement. Dalam Service Level Requirement ini akan dibuat banyak Service Level Objectives. Kriteria sukses apa yang diinginkan dapat dimuat agar anda dapat membuat kesepakatan. Kesepakatan apa ? Anda tahu bahwa sistem komputer dan IT tidak stabil, lalu bagaimana anda menjanjikan layanan IT terbaik jika sistem yang anda kelola tidak stabil ?

Untuk membantu menjelaskan posisi anda, maka anda perlu Service Level Indicator. Sebetulnya ini adalah tempat tempat atau kriteria anda melakukan pengukuran. Hasilnya dapat menunjukkan bahwa penyajian anda (delivery) sudah sesuai harapan dan kebutuhan customer yang ditulis dalam Service Level Objective.

 Jadi ini adalah usaha mengelola harapan / ekspektasi customer. Sebagai bukti komitmen anda dimata customer dan kesepakatan dari customer akan tingkat layanan sejauh apa yang anda akan berikan harus dimuat di dalam Service Level Agreement


Dari Box Server sampai HCI


Perkembangan sistem software atau perangkat lunak atau aplikasi untuk kelas PC dimulai sejak ditemukannya operating system. Windows bersaing bersama OS lain terus menerus menarik minat pemakainya diseluruh dunia. Tanpa OS sebuah aplikasi kelas PC tidak bisa bekerja. Dengan cepat aplikasi personal sebuah PC tumbuh sangat pesat. Sementara kebutuhan bisnis untuk menghubungkan banyak pemakai juga semakin pesat. Lahirlah konsep file server, atau client server.


Client Server meminta sebuah perangkat computer berkapasitas besar dan performa tinggi untuk menyimpan OS dan sistem jaringan. Juga diperlukan sistem database untuk aplikasi mengolah data. Jadilah sebuah file server. File server ini akan terhubung pada banyak pemakai yang disebut client. Dalam perkembangannya aplikasi client server ini cukup sulit untuk berkembang. Selain terpasang pada file server, aplikasi juga terpasang pada client atau PC. Sehingga ketika ada perubahan diperlukan usaha untuk mengupdate belasan sampai puluhan PC. Masalahnya menjadi semakin besar ketika OS melakukan perubahan. Misalnya ketika anti virus / malware ingin dipasang. Mutlak seluruh aplikasi yang ada harus diperbarui. Puluhan sampai ratusan PC harus diganti. Bisa dibayangkan berapa banyak tenaga dan waktu yang diperlukan untuk merawat aplikasi ini.


Diperkenalkannya internet kepada dunia rupanya mengubah cara orang melakukan pengembangan aplikasi. Dengan adanya internet, aplikasi dapat diakses oleh PC lain yang jaraknya ribuan kilometer. Sedangkan PC itu tidak perlu menanamkan aplikasi apa apa, cukup dengan sebuah browser. Sayangnya konsep ini banyak ditentang pebisnis. Aplikasi internet terkoneksi oleh jaringan publik, bukan privat. Security menjadi masalah utama. Kecemasan akan data dan network security menjadi hal penting ketika orang bicara internet.

Beberapa produk berhasil untuk memasukkan aplikasi internet ke dalam bisnis yang bersifat privat. File server yang dibangun memakai teknologi IP dan menerapkan teknologi jaringan privat atau local demi menjaga kerahasiaan dan keamanan data. Begitu banyak konsep teknologi diterapkan, orang makin sadar bahwa banyak server box yang harus dibuat dan dirangkai. Dalam rak rak computer dalam data center perusahaan ditemukan berbagai macam ragam box dengan berbagai OS dan sistem jaringan. Perusahaan yang sangat tergantung pada tata kelola data macam bank, badan pemerintahan, asuransi, dan lembaga keuangan lain dalam waktu singkat memiliki museum teknologi. Desakan penjual OS Windows, Linux, Database Oracle yang ingin menggantikan legacy system macam AS400 dan main frame, membuat perusahaan memiliki ratusan aplikasi penting yang melekat pada server box nya masing masing. Untunglah banyak usaha dilakukan untuk melakukan konvergensi aplikasi berbasis jaringan IP sehingga berbagai macam layanan sistem komputer dapat dijalan pada satu jaringan yang sama. Konsep 7 layer OSI ini merombak rupa rupa kabel jaringan sistem menjadi satu jenis kabel yang saja.


Kehandalan sistem menjadi masalah utama ketika konvergensi diterapkan. Gara – gara satu kabel putus ratusan aplikasi tidak bisa diakses alias system down. Konsep disaster recovery hadir untuk memastikan tim IT dapat terus menyajikan sistem dalam keadaan darurat atau bencana.Server Back Up atau cadangan dirperlukan untuk memastikan aplikasi tetap hidup walau ada bencana. Bisa dibayangkan berapa server yang anda perlukan jika anda memiliki 200 aplikasi. Berapa rak yang harus anda siapkan, berapa besar ruang data center anda, berapa besar tenaga listrik dan cadangannya dan berapa besar kapasitas AC untuk mendinginkan semua server itu.

Di antara maraknya penjual teknologi komputer, salah satu fokus pada konsep virtualisasi. Aplikasi tidak harus beroperasi pada mesin fisik. Sedangkan dalam satu fisik file server bisa dibuat beberapa file server baru. Konsep ini menjadi terobosan untuk memperkecil skala data center, menghemat listrik dan biaya operasional. Sebuah file server yang memiliki banyak core CPU dan RAM bisa dibelah belah untuk banyak file server kecil. Ditambah dengan teknologi jaringan berpita lebar, konsep virtualisasi tidak hanya bekerja pada satu fisik mesin. Belakangan sistem penyimpanan data atau storage juga menerapkan konsep virtualisasi. Tidak hanya satu mesin storage tapi bisa dipecah pecah pada beberapa mesin storage.Bisa dibayangkan bahwa sebuah aplikasi kini letaknya bisa tersebar pada beberapa mesin, di beberapa lokasi.


Banyak keuntungan dengan konsep virtualisasi mesin ini;
  1. Kehandalan sistem menjadi lebih tinggi. Skenario Disaster Recovery (DR) dapat anda buat dalam sistem virtualisasi. Pengalihan server dari mesin utama ke mesin back up bisa dilakukan otomatis tanpa sempat membuat sistem jatuh.
  2. Perawatan mesin dapat dilakukan kapan saja tanpa menunggu pemakai berhenti bekerja
  3. Back up data bisa dilakukan lebih cepat karena jaringan pita lebar tersedia untuk layanan back up data
  4. Praktek latihan DR bisa dilakukan kapan saja tanpa mengganggu aplikasi lain
Konsep penyebaran komponen mesin dalam konsep virtualisasi juga memakai konsep bagaimana sistem penyimpanan data dilakukan. Bila dalam hard disk server dikenal RAID0, RAID1 RAID5 sampai RAID10 maka dalam replikasi data / aplikasi sistem virtuall juga menerapkan konsep RAID ini. Alhasil semakin banyak saja box mesin fisik yang diperlukan. 




Muncullah konsep HCI (hyper converged infrastructure). Konsep untuk memperkecil rangkaian box server dan jaringan agar lebih banyak lagi kapasitas mesin virtual yang dapat dibangun. Skala yang bisa dicapai sudah sampai ratusan. Bisa dibayangkan jika anda perlu 100 rak server, untuk hampir seribu aplikasi, kini anda perlu 1 rak saja. Sudah terbayang berapa efisiensi yang bisa anda dapat ?

Jumat, 12 April 2019

Kenapa pakai VSAN ?


Konsep storage atau HDD yang terpisah dari CPU sudah sedemikian maju. Koneksi, sinkronisasi dan kolaborasi storage oleh beberapa CPU atau VM tidak hanya disajikan oleh VMware. Karena ahli produk network dan storage masing2 dapat tampilkan keunggulan dari sisi network dan performa akses - simpan data. Kuncinya disini adalah interoperability

Misal f5 big IP, mereka tampilkan konsep network balancer. Ketika trafik tidak bisa lagi diatur, slow response dimana mana, monitoring tools tidak ada, maka f5 menjadi solusi. Beberapa solusi juga diperlukan untuk mengalokasi kendali trafik lewat alat yang ahli. Misal F5 Access Policy Manager. Ketika ribuan user ingin melakukan login lewat SSO atau langsung ke aplikasi, misal ketika pagi hari, sering sekali dibutuhkan waktu yang lumayan lama untuk user membuka apps dan memulai bekerja.Tanpa ditangani alat ahli khusus masalah ini akan terjadi setiap hari.... 

Silakan komen dibawah jika anda temukan produk lain yang setara...


Arsitektur VMware Membangun Private Cloud



Membangun cloud service dalam DC dengan mengikuti tahap membangun :

1. Virtual Machine - VM
2. Virtual Storage Access Network - VSAN
3. Software Designed DC - SDDC

Teknologi HCI rupanya telah melakukan disrupsi pada pola membangun VM dan VSAN. Banyak box jaringan dan server dipadatkan menjadi sebuah box dengan kinerja yang bahkan lebih baik. Menghadirkan konsep HA menjadi lebih sederhana

3 Mindset Penting Terapkan DevOps



Banyak manfaat DevOps dinikmati oleh organisasi berbasis teknologi dalam percepatan pengembangan sistem dan aplikasi mereka. Tuntutan bisnis yang deras memaksa tim IT operations untuk bekerja lebih cepat dalam menerima dan mengelola operasional aplikasi dalam Data Center - DC mereka. Di lain pihak tim IT operations - Ops juga dituntut untuk menjaga stabilititas dan realibilitas. Sebelum terapkan DevOps, organisasi itu akan mengenal kalau developer itu ingin cepat dan banyak apps Go - Live tapi IT Ops akan tahan itu sebelum IT Ops paham betul bagaimana mereka kelola apps yang baru, khususnya mengatasi problem kalau ada gangguan sistem. Setelah terapkan DevOps, hambatan ini tidak perlu lagi terjadi. Tim developer dan ops bisa bekerja sama dalam meluncurkan apps ke publik tanpa korbankan stabilititas dan reliabilitas.

Untuk sampai pada tahap DevOps final, ternyata diperlukan beberapa perubahan pola pikir. Tiga di antaranya adalah ;

1. Menerima Kegagalan itu Normal
Kita sudah terlalu lama dididik kalau gagal itu tidak normal. Kalau gagal perlu harus dieliminasi. Sehingga banyak orang takut untuk mencoba dan menciptakan gagasan baru. Hanya karena takut gagal. Harga kegagalan itu sangat mahal bagi mereka.
Padahal sistem komputer adalah sistem yang tidak sempurna. Sama sama buatan manusia. Bisa dibayangkan bila ada sistem operasional yang menempatkan sistem komputer dan manusia. Sudah pasti sistem itu tidak akan sempurna. Oleh karena itu ada banyak perangkat, kiat, standard dan prosedur yang diterapkan agar sistem operasional mendekati sempurna.
Di dalam DevOps, error atau kegagalan adalah informasi yang paling berharga. Bahkan ada tim yang tugasnya hanya menggali error nya dimana. Ya.... berharga karena kegagalan akan dipakai untuk memperbaiki sistem. Tanpa ada catatan pernah gagal, sulit dipercaya ada sistem sempurna.

2. Memakai Tools dan Automatisasi
Yang menarik adalah bakal ada banyak tugas setiap tahun untuk mengatasi masalah dalam sistem. Khususnya sistem komputer, kini banyak dikenal tools atau apps alat bantu. Salah contoh yang banyak dipakai misalnya untuk melakukan pendeteksian virus, melaporkan sekaligus memberikan alternatif pembersihan virus. Software anti virus ini banyak dikenal sebagai tools dari operating system. Tidak hanya sebagai alat bantu tetapi juga tools ini bekerja otomatis 24x7. Memastikan tidak ada gangguan akan ancaman virus atau malware.
Masih banyak lagi yang bisa dilakukan... intinya kalau bisa otomatis kenapa mesti manual. Bakal banyak lagi masalah yang akan dihadapi tahun depan...

3. Mengukur Segalanya
Untuk mencegah kegagalan terjadi dan untuk mendapatkan data lengkap ketik kegagalan terjadi, kita perlu alat ukur. Rasa ingin tahu yang besar akan menolong kita untuk menempatkan alat ukur dan monitoring dimana mana. Karena sudah mampu menerima bahwa error itu biasa maka ketika evaluasi kegagalan dilakukan (Post Mortem Review) tidak akan ada lempar kesalahan dan menunjuk orang yang salah. Ingat kita bekerja dalam sistem, manusia tidak sempurna, maka buat sesuatu agar tidak terjadi lagi kegagalan atau kesalahan.
Dengan mengukur, maka harga sebuah kegagalan dapat diukur atau dinilai setara dengan uang. Selanjutkan anda dapat tetapkan budget atau anggaran, toleransi sampai sejauh mana kegagalan itu bisa diterima atau disepakati. Jika ini tahap ini sudah dicapai maka prioritas anggaran sistem komputer dapat ditentukan dengan mudah dan tidak perlu dipolitisasi. (baca : Service Level)