Perkembangan sistem software atau perangkat lunak atau
aplikasi untuk kelas PC dimulai sejak ditemukannya operating system. Windows bersaing bersama OS lain terus menerus menarik minat pemakainya diseluruh
dunia. Tanpa OS sebuah aplikasi kelas PC tidak bisa bekerja. Dengan cepat
aplikasi personal sebuah PC tumbuh sangat pesat.
Sementara kebutuhan bisnis untuk menghubungkan banyak pemakai juga semakin
pesat. Lahirlah konsep file server, atau client server.
Client Server meminta sebuah perangkat computer
berkapasitas besar dan performa tinggi untuk menyimpan OS dan sistem jaringan.
Juga diperlukan sistem database untuk aplikasi mengolah data. Jadilah sebuah file server. File server ini akan terhubung pada banyak pemakai yang
disebut client. Dalam perkembangannya aplikasi client server ini cukup sulit
untuk berkembang. Selain terpasang pada file server, aplikasi juga terpasang
pada client atau PC. Sehingga ketika ada perubahan diperlukan usaha untuk
mengupdate belasan sampai puluhan PC. Masalahnya menjadi semakin besar ketika
OS melakukan perubahan. Misalnya ketika anti virus / malware ingin dipasang. Mutlak seluruh aplikasi yang ada harus diperbarui.
Puluhan sampai ratusan PC harus diganti. Bisa dibayangkan berapa banyak tenaga
dan waktu yang diperlukan untuk merawat aplikasi ini.
Diperkenalkannya internet kepada dunia rupanya
mengubah cara orang melakukan pengembangan aplikasi. Dengan adanya internet,
aplikasi dapat diakses oleh PC lain yang jaraknya ribuan kilometer. Sedangkan
PC itu tidak perlu menanamkan aplikasi apa apa, cukup dengan sebuah browser.
Sayangnya konsep ini banyak ditentang pebisnis. Aplikasi internet terkoneksi
oleh jaringan publik, bukan privat. Security menjadi masalah utama. Kecemasan
akan data dan network security menjadi hal penting ketika orang bicara
internet.
Beberapa produk berhasil untuk memasukkan aplikasi
internet ke dalam bisnis yang bersifat privat. File server yang dibangun
memakai teknologi IP dan menerapkan teknologi jaringan privat atau local demi
menjaga kerahasiaan dan keamanan data. Begitu banyak konsep teknologi
diterapkan, orang makin sadar bahwa banyak server box yang harus dibuat dan
dirangkai. Dalam rak rak computer dalam data center perusahaan ditemukan
berbagai macam ragam box dengan berbagai OS dan sistem jaringan. Perusahaan
yang sangat tergantung pada tata kelola data macam bank, badan pemerintahan,
asuransi, dan lembaga keuangan lain dalam waktu singkat memiliki museum
teknologi. Desakan penjual OS Windows, Linux, Database Oracle yang ingin
menggantikan legacy system macam AS400 dan main frame, membuat perusahaan
memiliki ratusan aplikasi penting yang melekat pada server box nya masing
masing. Untunglah banyak usaha dilakukan untuk melakukan konvergensi aplikasi berbasis jaringan IP sehingga berbagai macam layanan sistem komputer dapat dijalan pada
satu jaringan yang sama. Konsep 7 layer OSI ini merombak rupa rupa kabel
jaringan sistem menjadi satu jenis kabel yang saja.
Kehandalan sistem menjadi masalah utama ketika
konvergensi diterapkan. Gara – gara satu kabel putus ratusan aplikasi
tidak bisa diakses alias system down. Konsep disaster recovery hadir untuk
memastikan tim IT dapat terus menyajikan sistem dalam keadaan darurat atau
bencana.Server Back Up atau cadangan dirperlukan untuk memastikan aplikasi
tetap hidup walau ada bencana. Bisa dibayangkan berapa server yang anda
perlukan jika anda memiliki 200 aplikasi. Berapa rak yang harus anda siapkan,
berapa besar ruang data center anda, berapa besar tenaga listrik dan
cadangannya dan berapa besar kapasitas AC untuk mendinginkan semua server itu.
Di antara maraknya penjual teknologi komputer, salah
satu fokus pada konsep virtualisasi. Aplikasi tidak harus beroperasi pada mesin
fisik. Sedangkan dalam satu fisik file server bisa dibuat beberapa file server
baru. Konsep ini menjadi terobosan untuk memperkecil skala data center,
menghemat listrik dan biaya operasional. Sebuah file server yang memiliki
banyak core CPU dan RAM bisa dibelah belah untuk banyak file server kecil.
Ditambah dengan teknologi jaringan berpita lebar, konsep virtualisasi tidak
hanya bekerja pada satu fisik mesin. Belakangan sistem penyimpanan data atau
storage juga menerapkan konsep virtualisasi. Tidak hanya satu mesin storage
tapi bisa dipecah pecah pada beberapa mesin storage.Bisa dibayangkan bahwa
sebuah aplikasi kini letaknya bisa tersebar pada beberapa mesin, di beberapa
lokasi.
Banyak keuntungan dengan konsep virtualisasi mesin
ini;
- Kehandalan sistem menjadi lebih tinggi. Skenario Disaster Recovery (DR) dapat anda buat dalam sistem virtualisasi. Pengalihan server dari mesin utama ke mesin back up bisa dilakukan otomatis tanpa sempat membuat sistem jatuh.
- Perawatan mesin dapat dilakukan kapan saja tanpa menunggu pemakai berhenti bekerja
- Back up data bisa dilakukan lebih cepat karena jaringan pita lebar tersedia untuk layanan back up data
- Praktek latihan DR bisa dilakukan kapan saja tanpa mengganggu aplikasi lain
Muncullah konsep HCI (hyper converged infrastructure). Konsep untuk memperkecil rangkaian box server dan jaringan agar lebih banyak lagi kapasitas mesin virtual yang dapat dibangun. Skala yang bisa dicapai sudah sampai ratusan. Bisa dibayangkan jika anda perlu 100 rak server, untuk hampir seribu aplikasi, kini anda perlu 1 rak saja. Sudah terbayang berapa efisiensi yang bisa anda dapat ?






Tidak ada komentar:
Posting Komentar